Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu dalam Kurikulum 2013
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam kurilulum 2013, pembelajaran lebih ditekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan juga budaya. Oleh karena itu agar memudahkan proses pembelajaran, maka guru ataupun pendidik dianjurkan untuk mengaplikasikan pembelajaran tematik terpadu atau pembelajaran tematik integratif.
Nah, sebagaimana judul dalam artikel hari ini yaitu "Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu dalam Kurikulum 2013", maka pada postingan kali ini kita akan bahas mengenai apa pengertian pembelajaran tematik terpadu pada kurikulum 2013? Dan apa saja karakteristik pembelajaran tematik terpadu yang terdapat pada kurikulum 2013?
Namun, sebelum mengetahui apa pengertian pembelajaran tematik terpadu, ada baiknya kita telusuri terlebih dahulu mengapa pembelajaran tematik terpadu ini muncul.
A. Latar Belakang Munculnya Pembelajaran Tematik Terpadu
Pembelajaran tematik muncul dari gagasan filosofis yang menekankan bahwa kreativitas anak didik terbentuk dari aktivitas yang diperoleh melalui pengalaman langsung di lingkungan yang natural (Trianto, 2010). Dalam mempelajari suatu pengetahuan, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan tersebut dari materi yang disampaikan oleh gurunya. Akan tetapi mereka juga memperoleh pengetahuan tersebut dari pengamatan terhadap lingkungan di sekitarnya, seperti mengamati lingkungan keluarga, teman-teman, hobi, hewan, benda-benda langit, dan lain sebagainya.
Dunia anak adalah dunia nyata. Jika mereka mempelajari sesuaru yang abstrak mereka akan kesulitan. Oleh karena itu sebelum mereka memahami ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak, mereka perlu memahami terlebih dahulu sesuatu yang nyata atau konkret dengan mengamati alam sekitar.
Dengan menerapkan pembelajaran tematik terpadu, maka pemahaman peserta didik terhadap suatu peristiwa atau konsep yang terjadi di sekitar mereka bisa lebih terorganisir. Selain itu penerapan atau pengaplikasian pembelajaran tematik terpadu juga memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Oleh karena itulah pembelajaran tematik ini diterapkan dalam kurikulum 2013. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dari lingkungan sekitarnya dan dapat menghayati apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
B. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu
Nah, setelah kita mengetahui apa yang melatar belakangi munculnya pembelajaran tematik terpadu, maka pembahasan selanjutnya adalah : sebenarnya apa pengertian pembelajaran tematik terpadu itu sendiri?
Sebagaimana namanya yaitu “tematik” berarti tema. Sedangakan “terpadu” berarti menggabungkan, menyatukan, atau melebur menjadi satu. Jadi pengertian pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang disusun dengan tema tertentu. Nah, tema-tema yang diajarkan itu ditinjau dari beberapa mata pelajaran yang dipadukan atau diintegrasikan menjadi satu.
Kalimat lebih sederhananya kurang lebih begini : “Pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang disusun berdasarkan tema-tema tertentu dengan memadukan beberapa mata pelajaran.”
Adapun pengertian pembelajaran tematik menurut Trianto (2010) adalah : ”Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dimaknai berdasarkan tema-tema tertentu yang ditinjau berdasarkan berbagai mata pelajaran.”
Dari pada bingung memahami definisi yang terlalu abstrak, mari kita perhatikan contoh berikut ini :
Misalkan kita mau membawakan pelajaran bertemakan peristiwa alam dengan subtema hujan. Nah, fenomena hujan ini dapat dikaitkan dengan memadukan beberapa mata pelajaran, seperti IPA, bahasa, agama, matematika, bahkan seni. Bagaimana cara mengaitkannya?
Misalkan kita ingin mengaitkan peristiwa hujan dengan mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Maka kita dapat mengajarkan peserta didik untuk mempelajari proses terjadinya hujan, mulai dari terbentuknya awan hingga turunnya hujan. Atau bisa juga misalnya dikaitkan dengan pelajaran kesenian. Maka kita bisa juga mengajarkan kepada anak menggambar peristiwa hujan, atau menyanyikan lagu tentang hujan.
Bahkan tidak hanya mata pelajaran IPA dan juga kesenian saja, tetapi bisa juga dikaitkan dengan pelajaran agama. Yaitu dengan mengajarkan nilai-nilai keesaan Allah kepada anak yang terdapat pada peristiwa hujan yang biasa mereka amati. Nah jadi itulah pengertian pembelajaran tematik terpadu yang dimaksud dalam kurikulum 2013.
Dengan menerapkan pembelajaran tematik ini maka diharapkan siswa menjadi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya. Selain itu mereka juga lebih menghayati terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu, dengan menerapkan pembelajaran tematik terpadu, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
Mengapa demikian?
Karena mereka belajar langsung dari lingkungan sekitar yang mereka lihat. Sehingga mereka bisa mengeksplorasi lebih jauh terhadap lingkungan yang mereka pelajari.
Pembelajaran tematik terpadu ini juga diistilahkan atau disamakan dengan pembelajaran terintegrasi. Karena pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam tema tertentu.
C. Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu
Setelah kita mengetahui pengertian pembelajaran tematik terpadu, pertanyaan selanjutnya adalah, apa saja karakteristik pembelajaran tematik terpadu dalam kurikulum 2013? Apakah pembelajaran tematik terpadu memiliki karakteristik yang sama dengan pembelajaran tradisional? Berikut beberapa karakteristik dalam pembelajaran tematik terpadu :
1. Pembelajaran Berpusat Pada Siswa
Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru, pada pembelajaran tematik justru pembelajaran yang dilaksanakan adalah berpusat pada siswa. Peran guru pada pembelajaran tematik terpadu adalah sebagai fasilitator bagi peserta didiknya dalam belajar. Maka dalam hal ini yang menjadi subjek atau pusat dalam pembelajaran tematik terpadu adalah siswa.
2. Siswa Belajar Melalui Pengalaman Langsung
Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang hanya berkutat pada buku dan ceramah dari guru, dalam pembelajaran tematik justru siswa mendapatkan pengetahuan dari pengalaman langsung atau nyata.
Sebagaimana yang telah di ulas pada pembahasan tentang latar belakang munculnya pembelajaran tematik terpadu bahwa dunia anak adalah dunia nyata. Sehingga mereka perlu mempelajari pengetahuan dari apa yang dapat mereka amati secara nyata. Selain itu sesuatu yang nyata atau konkret adalah ilmu dasar untuk memahami hal-hal yang abstrak. Dengan mempelajari hal nyata, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
3. Pemisahan Mata Pelajaran Tidak Begitu Terlihat
Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya tentang pengertian pembelajaran tematik terpadu bahwa pembelajaran tematik ini adalah pembelajaran yang memadukan berbagai mata pelajaran sehingga menjadi suatu tema tertentu. Oleh karena itu, dikarenakan mata pelajaran dalam pembelajaran tematik terpadu menjadi satu tema tertentu, maka dianjurkan pemisahan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran laiannya tidak begitu terlihat.
4. Pembelajaran Bersifat Fleksibel
Pembelajaran tematik itu adalah pembelajaran yang dikatikan dengan tema-tema tertentu dalam kehidupannya nyata. Oleh karena itu guru dapat menerapkan pembelajaran tematik dengan cara yang fleksibel.
5. Menggunakan Prinsip PAKEM
Pernah dengar istilah PAKEM? Apa itu PAKEM? PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Nah, dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan diharapkan peserta didik dapat mengikut pembelajaran dengan baik. Selain itu dengan pembelajaran PAKEM, materi yang mereka pelajari dapat terserap dengan baik dan efektif sehingga tidak perlu memakan waktu yang lama dalam mempelajari materi tertentu.
Refrensi :
- Pembaharuan dalam Pembelajaran (Edisi 2) oleh Prof. Dr. Paulina Pannen, M.L.S dkk.
