Pengertian, Prinsip, Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tematik

Pengertian, Prinsip, Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang muncul dari gagasan filosofis yang menekankan bahwa kreativitas anak didik terbentuk dari aktivitas yang diperoleh melalui pengalaman langsung di lingkungan yang natural.

Dengan memberikan pembelajaran melalui pengalaman langsung maka anak dapat memperoleh pengetahuan yang bersifat nyata (konkret). Pengetahuan yang bersifat konkret ini adalah sebagai bekal bagi anak untuk memahami hal-hal yang bersifat abstrak.

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang telah diterapkan pada Kurikulum 2013 pada jenjang SD (sekolah dasar). Pada jenjang ini materi yang diajarkan disampaikan dengan pendekatan tematik integratif. Yaitu dengan menghubungkan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya sesuai tema yang menjadi pembahasan.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas bersama, apa pengertian pembelajaran tematik, prinsip pembelajaran tematik, serta kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik.

A. Pengertian Pembelajaran Tematik

Apa itu pembelajaran tematik?

Menurut KBBI “Pembelajaran” berarti proses, cara, perbuatan menjadikan belajar. Sedangkan "Tematik” menurut KBBI berarti berkenaan dengan tema.

Pembelajaran tematik adalah “sebuah pendekatan pembelajaran yang disusun berdasarkan tema-tema tertentu. Tema-tema tersebut diambil dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan menjadi satu.”

Menurut trianto (2010), pembelajaran tematik adalah ”pembelajaran yang dimaknai berdasarkan tema-tema tertentu yang ditinjau berdasarkan mata pelajaran.”

Misalnya tema yang menjadi pembahasan adalah hutan. Lalu tema ini dapat dikaitkan dengan materi yang ada pada mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa, dan juga Kesenian.

Pemisahan antara mata pelajaran tematik tidak begitu jelas. Hal ini dikarenakan pembelajaran tematik difokuskan pada tema-tema tertentu yang relevan dengan kehidupan nyata yang dialami oleh para peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memfokuskan pada tema-tema tertentu yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari maka pembelajaran dapat menjadi lebih bermakna bagi peserta didik. Selain itu dengan tema-tema yang ditentukan diharapkan peserta didik dapat memahami konsep dasar secara utuh, dan tidak secara perbagian atau parsial.

B. Prinsip Pembelajaran Tematik

Berikut beberapa prinsip pembelajaran tematik :

1. Prinsip Penggalian Tema

Dalam pembelajaran tematik, prinsip penggalian tema merupakan prinsip yang paling utama. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menggali tema dalam pembelajaran tematik :

  • Tema hendaknya tidak terlalu luas dan dapat diterapkan dengan mudah ke dalam mata pelajaran lainnya.
  • Tema harus memberikan makna kepada peserta didik agar peserta didik siap melanjutkan pelajaran yang akan mereka pelajari selanjutnya.
  • Tema hendaknya memperhatikan kondisi minat siswa atau peserta didik agar mereka lebih terdorong mengikuti kegiatan pembelajaran.
  • Tema hendaknya memperhatikan kondisi perkembangan psikologis peserta didik.
  • Tema hendaknya memperhatikan ketersediaan sumber belajar dan juga kurikulum yang berlaku.
  • Tema hendaknya relevan dengan kebutuhan masyarakat.

2. Prinsip Pengelolaan Pembelajaran

Agar para peserta didik mampu berkontribusi dalam mengikuti pembelajaran maka guru sangat dibutuhkan sebagai fasilitator dan mediator para peserta didik dalam proses pembelajaran.

Dalam pembelajaran tematik guru hendaknya tidak mendominasi dalam pembelajaran. Selain itu guru harus jelas dalam memberikan tanggung jawab ataupun tugas yang menuntut adanya kerjasama kelompok. Serta guru harus dapat menyesuaikan ide-ide yang terkadang tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

3. Prinsip Evaluasi

Untuk dapat mengetahui hasil dari suatu proses pembelajaran maka evaluasi sangatlah diperlukan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik :

  • Pertama, peserta didik dipersilahkan untuk mengevaluasi hasil belajar mereka sendiri. Hal ini dilakukan agar peserta didik mampu untuk merefleksikan hasil belajar mereka.
  • Kedua, guru mengajak siswa untuk melakukan evaluasi hasil belajar mereka sesuai dengan indikator keberhasilan dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

4. Prinsip Reaksi

Dalam proses pembelajaran guru harus memberikan reaksi terhadap apa yang dilakukan oleh peserta didik. Baik itu aksi-aksi yang mereka lakukan saat pembelajaran ataupun jawaban-jawaban mereka mengenai materi yang diajarkan di kelas.

Reaksi yang diberikan oleh guru hendaknya dapat menuntun peserta didik agar mereka menemukan pengetahuan sesuai dengan capaian dari tujuan-tujuan pembelajaran yang dilaksanakan secara utuh dan penuh makna.

Oleh karena itu guru dituntut untuk mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran hingga tujuan-tujuan dari pembelajaran yang ingin dicapai dapat tercapai dengan tuntas.

C. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tematik

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik :

1. Kelebihan Pembelajaran Tematik

Berikut ini beberapa kelebihan pembelajaran tematik bagi guru maupun peserta didik :

  • Guru dituntut untuk kreatif dan memiliki wawasan yang luas serta memiliki pemahaman terhadap keterkaitan suatu pokok pembahasan dengan pokok pembahasan lain dari berbagai mata pelajaran.
  • Guru lebih fleksibel dalam mengembangkan situasi pembelajaran sesuai dengan keinginan dan kemampuan guru serta kebutuhan dan kesiapan belajar peserta didik.
  • Guru dan peserta didik dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang menjadi pembahasan.
  • Peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran yang sejalan sesuai dengan tingkat perkembangan mereka.
  • Materi pembelajaran yang dipilih dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan belajar peserta didik.
  • Mempermudah peserta didik dalam memahami keterkaitan antara suatu konsep pada suatu pokok bahasan dalam suatu bidang dengan pokok bahasan pada bidang yang lainnya.
  • Materi pembelajaran bersifat praktis sesuai dengan lingkungan peserta didik.

2. Kekurangan Pembelajaran Tematik

Meskipun pembelajaran tematik memiliki banyak kelebihan, namun pembelajaran tematik memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut :

  • Guru harus memiliki wawasan yang luas dan memiliki kreativitas yang tinggi. Sehingga guru dituntut untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang hendak diajarkan secara mendalam. Apabila hal ini tidak dapat diwujudkan oleh guru maka pembelajaran tematik juga akan sulit diwujudkan.
  • Peserta didik harus memiliki kemampuan intelegensi dan kreatifitas yang tinggi. Apabila hal ini tidak dapat diwujudkan maka pembelajaran tematik akan sulit diaplikasikan.
  • Pembelajaran tematik membutuhkan bahan bacaan dan informasi yang banyak dan berguna. Hal ini dapat menunjang dan mempermdah pengembangan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan.
  • Kurikulum pada pembelajaran tematik harus bersifat terbuka dan fleksibel agar dapat dengan mudah dikembangankan. Hal ini dikarenakan kurikulum pada pembelajaran tematik berorientasi pada ketercapaian pemahaman peserta didik.
  • Dari sisi penilaian, pembelajaran tematik membutuhkan aspek penilaian yang menyeluruh dan terpadu. Hal ini dikarenakan hasil belajar peserta didik merupakan perpaduan dari berbagai materi mata pelajaran yang digabungkan menjadi satu.
  • Pada proses pembelajaran, pembelajaran tematik memiliki kecenderungan terhadap salah satu atau beberapa mata pelajaran. Artinya ketika seorang guru mengajarkan suatu tema tertentu maka guru tersebut akan memiliki kecenderungan untuk menekankan atau mendominasi terhadap materi tertentu sesuai subjektifitas atau selera guru. Sehingga beberapa materi yang lain cenderung terabaikan karena kurangnya penekanan dari guru.