Prinsi Perkembangan Peserta Didik Menurut Pakar Psikologi
Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa setiap manusia akan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga usia lanjut. Sebagai seorang guru, kita perlu mengetahui tahapan-tahapan perkembangan tersebut. Tujuannya agar kita dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tepat sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai teori-teori tahapan perkembangan peserta didik, ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu prinsip dasar perkembangan peserta didik menurut pakar psikologi pendidikan. Dengan memahami prinsip dasar perkembangan perkembangan peserta didik kita dapat lebih mudah memahami mengapa terjadi perbedaan perkembangan antara peserta didik satu dengan yang lainnya. Sehingga kita tidak terlalu kaku saat menerapkannya dalam pembelajaran dan membuat kita lebih mudah dalam menganalisis perkembangan para peserta didik di kelas yang kita ajarkan.
A. Apa itu Perkembangan Peserta Didik?
Perkembangan dalam konteks psikologi diartikan sebagai proses yang terjadi secara terus-menerus atau berkesinambungan dan juga perubahan yang terjadi di dalam individu secara sistematis (Shaffer & Kipp, 2014). Perkembangan terjadi pada manusia sepanjang hayatnya, mulai ia dilahirkan hingga ia meninggal dunia. Perkembangan bersifat multidimensi, tidak hanya soal perkembangan kognitif saja, akan tetapi pada aspek biologis dan sosioemosional juga mengalami perkembangan. Dalam konteks perkembangan peserta didik, kita hanya akan mempelajari tahapan perkembangan manusia mulai dari lahir hingga remaja. Karena, tahapan-tahapan tersebut merupakan tahapan yang relevan dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia.
Baca Juga : Pengertian Perkembangan Manusia dalam Psikologi
B. Prinsip Perkembangan Peserta Didik
Tahukah Anda? Dalam ilmu perkembangan manusia umur terbagi menjadi dua, yaitu :
- Umur Kronologis
- Umur Psikologis
Umur kronologis adalah umur yang kita pahami dalam kehidupan sehari-hari, yaitu umur berdasarkan berapa lama seseorang hidup. Misalkan, seseorang telah hidup selama 10 tahun, maka secara kronologis umurnya adalah 10 tahun. Sedangkan umur psikologis adalah umur berdasarkan seberapa tua/muda seseorang secara psikologis, baik itu dari segi perilakuknya, pemikirannya, cara pandangnya, dan lain sebagainya. Umur kronologis tidak selalu sama dengan umur psikologis. Oleh karena itu, tidak heran jika terkadang beberapa anak ada yang berfikir dan berperilaku lebih dewasa atau lebih kekanak-kanakan ketimbang teman sebayanya.
Berdasarkan hal itu, umur kronologis tidak selalu menjadi indikator yang akurat dalam mengukur perkembangan peserta didik. Meskipun pada umumnya tahapan perkembangan yang dialami oleh peserta didik terjadi pada umur yang hampir sama. Akan tetapi pada prinsipnya umur bukan termasuk dalam bagian dari prinsip dasar perkembangan peserta didik. Karena umur bukanlah petunjuk yang akurat dalam mengukur perkembangan peserta didik.
Lantas, apa sajakah prinsip-prinsip dasar perkembangan peserta didik menurut pakar psikologi pendidikan? Menurut Eggen dan Kauchack (2016) ada tiga prinsip dasar perkembangan, yaitu :
1. Bergantung pada Genetik dan Lingkungan
Prinsip dasar perkembangan peserta didik yang pertama adalah bahwa perkembangan peserta didik itu tergantung pada genetik bawan dan juga lingkungan di mana ia dibesarkan. Jika kita amati, seiring bertambannya umur manusia maka akan mengalami perbuahan fisik dan genetik pada dirinya. Perubahan-perubahan tersebut ternyata memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan manusia.
Sebagai contoh, siswa SMA secara alami memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik ketimbang anak SD. Sehingga kurikulum untuk siswa SD tidak dirancang untuk mempelajari hal-hal yang bersifat abstrak. Hal ini dikarenakan perkembangan kognitif siswa SD pada umumnya masih baru pada tahap operasional kongkret. Sehingga kurkikulum pembelajaran yang dirancang untuk siswa SD cenderung mempelajari hal-hal yang bersifat kongkret.
2. Teratur dan Mengikuti Pola
Meskipun genetik dan lingkungan setiap peserta didik berbeda-beda, namun tahap perkembangan pada peserta didik memiliki urutan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa pada prinispnya perkembangan manusia itu melalui proses yang teratur dan mengikuti pola yang dapat diprediksi. Perkembangan pada manusia itu terjadi secara sistematis, teratur, dan terbangun secara berangsur-angsur. Misalnya, anak harus dapat berjalan terlebih dahulu sebelum dapat berlari dan melompat; atau contoh lain mereka baru bisa berfikir konkret terlebih dahulu sebelum mampu berfikir abstrak, dan lain sebagainya.
3. Kecepatan Perkembangan Setiap Manusia Berbeda-beda
Prinsip dasar perkembangan peserta didik yang ketiga adalah setiap peserta didik memiliki kecepatan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Meskipun secara umum pola perkembangan peserta didik dapat diprediksi dan ditebak berdasarkan usia, namun pada kenyataannya kecepatan seorang anak untuk mencapai tahap perkembangan tertentu tidak selamanya sama.
Jika kita amati, ada sebagian anak-anak yang dapat berbicara lebih dini dibandingkan anak lainnya. Ada pula anak yang mengalami perkembangan fisik lebih cepat dibandingkan teman-teman sebayanya. Maka tidak heran, jika kita mengajar di jenjang kelas tertentu akan ada sebagian peserta didik kita yang bersikap lebih kekanak-kanakan dibandingkan teman-teman lainnya. Ada pula diantara siswa kita yang berfikir dan berperilaku lebih dewasa ketimbang teman-teman sekelasnya.
Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik kita perlu memahami bagaimana tahap perkembangan siswa di kelas yang kita ajar. Dengan memahami hal tersebut kita dapat menerapkan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Penutup
Alhamdulillah, kita telah mempelajari prinsip perkembangan peserta didik menurut pakar psikologi pendidikan. Jika Anda belum memahaminya, sebaiknya baca kembali artikel ini atau cari refrensi lain agar memperdalam dan memperluas pemahaman Anda tentang prinsip dasar perkembangan peserta didik.
Pemahaman kita terhadap prinsip dasar ini sangat penting bagi seorang pendidik. Jika kita tidak memahami dan menyadari prinsip ini maka kita akan kewalahan dan kebingungan sendiri saat mengajar di kelas. Pasalnya, mengajar siswa SD tidak bisa di samakan dengan mengajar siswa SMA, begitupun sebaliknya. Bisa jadi kita berhasil menerapkan strategi pembelajaran tertentu di jenjang SMA, akan tetapi kita gagal jika jika menerapkannya pada jenjang SD.
Selain itu, pemahaman yang kurang terhadap prinsip perkembangan peserta didik akan membuat kita kesulitan dalam menganalisis tahapan perkembangan yang di alami oleh siswa pada kelas yang kita ajar. Padahal analisis yang tepat itu sangat diperlukan agar kita bisa menerapkan strategi yang tepat pula saat melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, kita sebagai seorang guru perlu memahami dengan baik prinsip-prinsip tersebut. Tujuannya agar tugas pokok dan fungsi kita sebagai seorang guru dapat berjalan dengan baik dan lancar.
